Rabu, 02 September 2015

Tempat wisata malang ( sengkaling )



Taman Rekreasi Sengkaling. Malang, sebuah kota dan kabupaten di Jawa Timur ini memang memiliki beberapa objek wisata dan tempat rekreasi yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Letaknya yang berada di dataran tinggi, membuat para investor berlomba-lomba membangun tempat rekreasi yang nyaman dan menghibur. Salah satunya adalah Sengkaling.


Kolam renang
Taman rekreasi Sengkaling terletak di Jalan Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Malang, sehingga sangat mudah sekali menuju ke lokasi wisata ini baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.


Kapal kolam renang
Dahulu, Sengkaling pertama kali dibangun tahun 1950 oleh warga negara Belanda bernama Mr. Coolman, namun sejak 1975 pengelolaan taman rekreasi ini dipegang oleh PT Taman Bentoel, anak perusahaan rokok Bentoel Group.


Tempat bermain anak- anak

Berikut daftar wahana permainan yang ada di Sengkaling :

  • Bumper Boat
  • Kolam Kapal Misteri
  • Kolam Pesona Primitif
  • Kolam Pesona Tirta Alam
  • Kolam Pesona Tirta Sari
  • Perahu Motor
  • Kolam Cumi-cumi
  • Sepeda Air
  • Go Kart
  • Flying Fox
  • Wahana Ikan
  • Kapal Misteri 
  • Kiddy Ride
  • Bioskop 4 Dimensi
  • Don-Don Car
  • ATV
  • Kiddy Train
  • Bom Bom Car
  • Marry Go Round
  • Kiddy Car
  • Kiddy Plane
  • Trampolin
  • Kincir Angin
  • Mini Trail
  • Goa Salju
  • Istana Dimensi
  • Taman Satwa
Disamping wahana permainan diatas, di Sengkaling juga terdapat beberapa fasilitas pendukung seperti :
  • Bougenville Room
  • Sarana kebugaran berupa ruang fitness
  • Palm Resto
  • Halaman parkir yang luas

Taman rekreasi ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 - 17.00 WIB. Untuk tiket masuk sebaiknya sobat membeli tiket terusan untuk anak-anak dengan harga Rp 25 ribu. Dengan tiket ini, pengunjung sudah bisa menikmati beberapa wahana seperti kolam pesona primitif, bom-bom car, perahu motor, kincir angin, merry go round, kiddy train, kiddy car dan kiddy plane.

Sepeda Air Di Telaga Buatan
di deretan kios di halaman parkir kendaraan yang menyediakan banyak sekali pilihan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Barang seperti kripik buah, kripik tempe, cobek dari batu, peralatan dapur dari batok kelapa atau dari bambu bisa sobat beli dengan harga yang cukup terjangkau.
Sumber :
http://balibackpacker.blogspot.com/2013/01/sengkaling-taman-rekreasi-di-malang.html



Cara membuat blogger ( Ridho Firman Daka )



Untuk cara membuat blog di Blogspot, silahkan menuju blogger.com dan login menggunakan akun Google. Jika belum memiliki akun Google (akun Gmail), silahkan membuat email baru“. Setelah anda mempunyai akun gmail atau akun google, silahkan kunjungi ” www.blogger.com ” dan kita akan melihat halaman login seperti gambar berikut.


Halaman Login
Setelah login kita akan menghadapi pilihan untuk menggunakan identitas, kita dapat memilih profil Google plus atau menggunakan profil Blogspot. Lebih di sarankan memilih profil Google plus.


Memilih Profil
Langsung tekan tombol ” Lanjutkan ke Blogger “.
Setelah itu kita akan melihat halaman membuat blog di blogspot seperti gambar berikut.


Memulai Blog Baru
Memberi Nama dan Alamat Blog di Blogspot/blogger
Setelah kita klik tombol ” Blog Baru ” kita akan melihat sebuah halaman baru untuk memulai dengan menambahkan nama dan memilih nama domain. 
perhatikan gambar membuat blog di blogspot berikut:



Keterangan nomor pada gambar
  • Nomor 1 adalah tempat kita untuk memberi judul atau nama blog
  • Nomor 2 adalah tempat kita untuk memberi alamat blog kita
  • Nomor 3 adalah tempat kita untuk memilih template blog kita, kita bisa merubah-nya nanti pada halaman template, jadi untuk sementara pilih saja yang standar
  • Nomor 4 merupakan keterangan alamat blog yang kita ketik tersedia atau tidak, pastikan alamat blog tersedia.
  • Nomor 5 adalah tombol untuk mengakhiri , tekan tombol ini jika anda sudah merasa puas dengan nama dan alamat yang anda pilih.



Memulai Post
Mengenal Dashboard di Blogspot/blogger
 Sekarang kita berada di dashboard Blogspot di mana kita akan melihat backend blog dan bisa pergi ke pengaturan dan membuat perubahan untuk meningkatkan visibilitas blog. Berikut

Keterangan nomor pada gambar
  • Nomor 1 merupakan tombol yang bisa kita gunakan jika ingin membuat blog baru
  • Nomor 2 merupakan tombol yang bisa kita gunakan jika ingin membuat post baru
  • Nomor 3 merupakan tombol yang bisa kita gunakan jika ingin melihat blog secara live
  • Nomor 4 merupakan daftar shortcut menuju pengaturan, post, dan lain-lain
  • Nomor 5 merupakan area artikel dari blog yang kita ikuti atau follow
  • Nomor 6 merupakan area identitas atau profil kita di google, dalam area ini kita bisa login dan logut.




    sumber : 
  • http://www.nyekrip.com/cara-membuat-blog-di-blogspot-lengkap-gambar/

Perkembangan dan kemajuan teknologi perikanan ( Ridho Firman Daka )



Perkembangan Ilmu Teknologi Di Dunia PerikananPengembangan Teknologi Penangkapan Dalam Pengelolaan Sumberdaya IkanSumber: Berita Iptek Topik: Pangan Tags: penangkapan ikan, pukat harimau, sumber daya ikanKegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia sudah mendekati kondisi yang kritis. Tekanan penangkapan yang meningkat dari hari ke hari semakin mempercepat penurunan stok sumberdaya ikan. Tingginya tekanan penangkapan khususnya di pesisir pantai telah menyebabkan menurunnya stok sumber dayaikan dan meningkatnya kompetisi antar alat penangkapan ikan yang tidak jarang menimbulkan konflik diantara nelayan. Sebagai akibat dari menurunnya pendapatan, nelayan melakukan berbagai macam inovasi dan modifikasi alat penangkapan ikan untuk menutupi biaya operasi penangkapannya.Pelanggaran penggunaan alat tangkap dan metoda penangkapan ikan bukan berita barulagi dalam kegiatan penangkapan ikan. Salahsatunya adalah pelanggaran penggunaan trawl (pukat harimau) secara illegal di beberapa wilayah peraiaran.Pemerintah (dalam hal ini DKP) sebenarnya tidak menutup mata atas semua kejadian pelanggaran itu. Penegakan hukum terhadappelanggar memang sudah dilakukan. Namun, kesulitan mengontrol seluruh aktivitas nelayan khususnya di daerah terpencil dan perbatasan telah mendorong meningkatnya pelanggaran penangkapan ikan (illegal fishing).Bila kita menengok sejarah pengelolaan sumberdaya ikan, fakta menunjukkan bahwakegagalan pengelolaan beberapa stok sumberdaya baik secara regional maupun dunia berpangkal dari kesalahan kita dalam perencanaan dan antisipasi awal terhadap dampak pengoperasian alat tangkap dan dinamikanya.Penemuan dan penggunaan purse seine dan echosounder pada perikanan pelagis contohnya. Penggunaan purse seine yang dilengkapi echosounderdalam waktu yang sangat singkat telah mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan akan ikan dunia. Namun dibalik itu, pengembangan alat tangkap yang tak terencana dan dinamika perubahannya yang tanpa kontrol telah mempercepat punahnya sumberdaya ikan pelagis seperti sardin dan anchovy (clupeids).Demikian juga dengan penemuan pukat harimau, yang diyakini sebagai alat tangkap paling produktif, ternyata juga mempunyai dampak negatif terhadap biota lain yang tak termanfaatkan dan lingkungan sekitarnya.Disisi lain, sejarah juga mencatat bahwa kesalahan dalam mengantisipasi dinamika alat tangkap juga telah menyebabkan punahnya sumberdaya ikan. Bangkrutnya perikanan anchovy di Peru telah memberi pelajaran kepada kita bahwa kesalahan dalam mengantisipasi perilaku nelayan dalam merespon setiap perubahan baik internal maupun eksternal stok sumberdaya ikan telah merusak keberlanjutan kegiatan perikanan pelagis.Bertolak dari beberapa pengalaman tersebut, kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa pemanfaatan sumberdayaikan berkelanjutan hanya dapat dilakukan jika pengoperasian suatu alat tangkap direncankan secara matang dan terencana.Keputusan untuk pengoperasian alat tangkap (termasuk teknologinya) harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan diperlukan evaluasi mendalam sebelumnya. Karena, setiap pengoperasin unit penangkapan ikan akan berdampak baik terhadap sumberdaya ikan yang ditangkap maupun lingkungannnya, sehingga perlu dikaji sampai sejauh mana dampaknya dan bagaimana meminimalkan dampaknya.Evaluasi dampak pengoperasian alat tangkap minimal harus mampu menjawab tiga dampak utama, yaitu :1. Dampak terhadap lingkungan,2. Dampak terhadap kelimpahan sumberdaya3. Dampak terhadap target sumberdaya ikan itu sendiri.Disamping mengevaluasi dampak pengoperasian alat tangkap, perencanaan pemanfaatan sumberdaya juga harus mempertimbangkan aspek dinamika upaya penangkapan ikan. Kesalahan mengantisipasidinamika upaya penangkapan ikan akan berdampak pada apa yang dinamakan sebagai berlebihnya kapasitas perikanan atau overcapacity.Rejim open access yang diterapkan sebagianbesar negara pada masa lalu yang membiarkan jumlah dan teknologi alat tangkap berkembang tanpa kontrol ditambah subsidi pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan di negara berkembang telah mendorong percepatan terjadinya overcapacity di sebagian besar perikanan dunia.Overcapacity yang juga dapat diartikan sebagai berlebihnya armada penangkapan atau tingginya teknologi penangkapan yang digunakan dalam operasi penangkapan ini telah menjadi isu hangat para pakar perikanan pada tahun-tahun terakhir dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sumberdaya ikan yang ada selama ini.Kalau selama ini pengelolaan sumberdaya ikan hanya dikonsentrasikan pada upaya bagaimana mencapai hasil tangkapan yang maksimum, maka pengelolaan perikanan sekarang sudah mempertimbangkan keseimbangan pemanfaatan sumberdaya ikan baik secara ekonomi, ekologi dan lingkungan.Alat tangkap ikan sebagai sarana utama dalam pemanfaatan ikan diatur sedemikian rupa sehingga tidak berdampak negatif baikpada pemanfaat dan pengguna sumberdaya ikan, biota, dan lingkungan perairan serta pengguna jasa perairan lainnya.Penggunaan alat tangkap ikan dalam pemanfaatan sumberdaya ikan harus benar-benar memperhatikan kesetimbangan dan meminimalkan dampak negatif bagi biota lain yang kurang termanfaatkan. Hal ini penting dipertimbangkan mengingat hilangnya biota dalam struktur ekosistem laut akan mempengaruhi secara keseluruhanekosistem yang ada.Praktisi teknologi penangkapan ikan sudah memulai mengembangkan alat tangkap yangdimaksud, baik dengan melakukan modifikasi atau membuat rancangan alat tangkap yang ramah lingkungan. Konsep-konsep alat tangkap ikan yang selektif dan ramah lingkungan seperti Turtle Excluder Device (TED), yang di Indonesia dimodifikasi menjadi Bycatch Excluder Device (BED) dan alat tangkap yang selektif sudah mulai di perkenalkan.Disamping teknologi itu sendiri, adalah penting bagi pemanfaat sumberdaya ikan untuk memahami pengelolaan penangkapan ikan yang meliputi perencanaan, pengoperasian, dan optimalisasi pemanfaatan ikan. Rekayasa alat tangkap harus mempertimbangkan aspek-aspek kondisi sumberdaya ikan yang ada, habitat ikan, peraturan perundang-undangan, dan optimasi pemanfaatan sumberdaya ikan agar supaya teknologi yang diciptakan tidakmubazir atau bahkan merusak sumberdaya ikan dan lingkungannya.

sumber :
http://www.kamusilmiah.com/pangan/pengembangan-teknologi-penangkapan-dalam-pengelolaan-sumberdaya-ikan/